Magelang, 21 Oktober 2026 – Akademi Militer menyelenggarakan Seminar Akademi Militer Tahun Anggaran 2026 dengan tema “Perang Kognitif dalam Bentuk Perang Propaganda sebagai Instrumen Strategis guna Mewujudkan Pertahanan dan Stabilitas Nasional” pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 08.00–11.41 WIB, bertempat di Gedung Lily Rohli Akademi Militer. Kegiatan ini diikuti oleh unsur organik militer Akademi Militer, Taruna Akmil Tingkat II dan Tingkat III, serta perwakilan Taruna TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Laut, Taruna Akademi Kepolisian, dan mahasiswa dari Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Tidar (UNTID), serta STMIK Bina Patria. Dari Program Studi Teknik Sipil Pertahanan Akademi Militer, kegiatan ini dihadiri oleh Letkol Arm Samsuri, S.T., Kapten Czi (K) Madyasari Suryaningrum, S.E., dan PPPK Sri Hastuti, M.Pd., sebagai bentuk partisipasi dosen dalam kegiatan akademik yang membahas isu strategis pertahanan nasional.

Seminar menghadirkan Gubernur Akademi Militer, Mayjen TNI Rano Tilaar, S.E., M.M., serta sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidang hubungan internasional, pertahanan, dan keamanan siber. Keynote speaker dalam kegiatan ini adalah Prof. Dr. Daffni Agussalim, M.A., Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada. Materi seminar juga disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan, M.Si., Tenaga Ahli Bidang SKA Lemhannas RI, serta Dr. Pratama D. P., Chairman Lembaga Riset Keamanan Cyber dan Komunikasi CISSRec. Jalannya diskusi dipandu oleh moderator Rika Fatimah P. L., S.T., M.Sc., Ph.D., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM. Melalui forum tersebut, peserta memperoleh ruang untuk mendalami pembahasan mengenai perang kognitif dan propaganda sebagai isu yang berkaitan dengan dinamika informasi, keamanan, dan tantangan pertahanan nasional.

Keikutsertaan dosen Program Studi Teknik Sipil Pertahanan dalam seminar ini menjadi bagian dari partisipasi akademik lintas bidang di lingkungan Akademi Militer. Wawasan mengenai perkembangan lingkungan strategis, perang informasi, dan tantangan keamanan nasional dapat menjadi perspektif pendukung dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengembangan kompetensi taruna, termasuk dalam bidang teknik sipil pertahanan. Seminar secara resmi ditutup oleh Gubernur Akademi Militer pada pukul 11.41 WIB. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan peserta serta memperkuat pemahaman mengenai keterkaitan antara perkembangan strategi pertahanan, keamanan informasi, dan upaya menjaga stabilitas nasional.