Kaprodi dan Dosen Prodi Teknik Sipil Pertahanan mengikuti kegiatan Workshop Audit Mutu Internal yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjamin Mutu (LPM) Akademi Militer Magelang pada tanggal 11-13 Agustus 2026 di Gedung Leo Kailola. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam menyusun program audit, menerapkan teknik wawancara dan bertanya, mengumpulkan serta menganalisis bukti audit, hingga menyusun laporan hasil audit yang mencakup temuan dan rekomendasi.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Gubernur Akmil, Mayjen TNI Rano Tilaar. Dalam sambutannya, Gubernur Akmil menyampaikan agar para peserta Workshop memanfaatkan arahan serta pendampingan dari para narasumber, terutama dalam memahami regulasi dan kebijakan terkait akreditasi perguruan tinggi, instrumen akreditasi institusi, serta strategi untuk mempertahankan predikat akreditasi “Unggul”, sebagai bagian dari persiapan menghadapi proses akreditasi institusi yang direncanakan dilaksanakan pada Mei hingga Oktober 2027.
Workshop Ami dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Narasumber. Narasumber pertama, Dr. Zulfikar Bagus Pambuko, S.E.I., M.E.I., Kepala Bidang Jaminan Mutu Pendidikan dan Pembelajaran BPM Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), menyampaikan materi yang meliputi konsep Audit Mutu Internal, termasuk kedudukan AMI dalam SPMI dan siklus PPEPP, kompetensi dan etika auditor yang mencakup kualifikasi, keterampilan, serta prinsip perilaku auditor, serta standar mutu berbasis risiko yang membahas perancangan dan pelaksanaan audit standar dengan pendekatan berbasis risiko. Narasumber kedua, Dr. Ahwy Oktradiksa, M.Pd.I., Kepala Sumber Daya Manusia (SDM) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), menyampaikan materi mengenai teknik audit yang meliputi proses pelaksanaan audit, metode audit, teknik wawancara, dan analisis temuan audit, serta penyusunan laporan audit. Narasumber ketiga, Prof. Dr. Heni Setyowati E.R., S.Kp., M.Kes., Kepala Badan Penjamin Mutu (BPM) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), menyampaikan materi mengenai Laporan Audit Mutu Internal (AMI), Rapat Tinjauan Manajemen (RTM), dan Rencana Tindak Lanjut (RTL).
Workshop ini diharapkan dapat mendorong setiap unit atau bagian untuk melakukan evaluasi terhadap pencapaian standar mutu secara berkelanjutan agar selaras dengan sasaran dan tujuan institusi.
Dosen Prodi Teknik Sipil Pertahanan Akademi Militer mengikuti kegiatan Workshop Reakreditasi Perguruan Tinggi Akademi Militer Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjamin Mutu Akmil pada tanggal 11 s.d. 13 Mei 2026 bertempat di Gedung Leo Kailola Akademi Militer. Kegiatan ini dihadiri oleh para dosen dan unsur akademik di lingkungan Akademi Militer sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi dan persiapan reakreditasi institusi maupun program studi.
Workshop menghadirkan tiga narasumber berkompeten di bidang penjaminan mutu dan akreditasi pendidikan tinggi, yaitu:
Dr. Reni Budi Setianingrum, S.H., M.Kn. selaku Kepala Bidang Penjaminan Mutu Internal Badan Penjaminan Mutu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Fitri Arofiati, S.Kep., Ns., MAN., Ph.D dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Dr. Nuryakin, S.E., M.M. dari Universitas Muhammadiyah Magelang.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta memperoleh penguatan pemahaman mengenai sistem penjaminan mutu internal serta strategi pencapaian akreditasi unggul pada perguruan tinggi. Adapun materi yang disampaikan meliputi:
Sistem Penjaminan Mutu Internal Berbasis Risiko
Syarat Perlu Unggul pada Perguruan Tinggi
Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi
Penginputan dan Sinkronisasi Data Akreditasi Lembaga dan Program Studi pada Aplikasi SAPTO
Melalui workshop ini, diharapkan seluruh program studi di lingkungan Akademi Militer, khususnya Program Studi Teknik Sipil Pertahanan, semakin siap dalam menghadapi proses reakreditasi dengan memperkuat tata kelola akademik, sistem dokumentasi, serta sinkronisasi data akreditasi secara terpadu dan berkelanjutan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan pendalaman materi yang memberikan wawasan strategis kepada para dosen terkait implementasi sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi berbasis risiko. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman teknis mengenai optimalisasi penggunaan aplikasi SAPTO sebagai bagian penting dalam proses akreditasi perguruan tinggi.
Workshop ini menjadi langkah nyata Akademi Militer dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, mendukung budaya mutu akademik, serta mewujudkan institusi pendidikan pertahanan yang unggul, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan standar akreditasi nasional.
Akademi Militer memiliki tugas pokok untuk membentuk Taruna Akademi Militer menjadi Perwira TNI AD yang memiliki sikap dan perilaku sebagai prajurit Saptamarga, pengetahuan dan keterampilan dasar golongan Perwira, berkualifikasi Akademis Program Diploma IV Pertahanan serta jasmani yang samapta. Selain menempuh Pendidikan di Akmil, Taruna Akmil terpilih juga melaksanakan studi pada bidang kemiliteran tertentu di Luar Negeri.
Prodi Teknik Sipil Pertahanan Akmil berkesempatan mengikutsertakan salah satu Taruna Tingkat III/Sermatar guna menempuh studi di Royal Military College (RMC) – Duntroon, Canberra, Australia, yakni Sermatar Adhimas Radhitya Maheswara dalam program “Australian Regular Army Officer Commissioning Course”.
Bersama dengan para Kadet dari beberapa negara lain, Taruna Akmil mempelajari tentang materi-materi terkait sistem pendidikan perwira AD Australia yang mencakup kepemimpinan lapangan, pembuatan keputusan, administrasi, hingga pengetahuan taktik bertempur. Keseluruhan materi-materi tersebut memiliki nilai penting yang dapat diterapkan baik bagi Lembaga Pendidikan Akmil maupun di satuan jajaran Angkatan Darat tempat Taruna berdinas nantinya saat mulai menyandang pangkat Letnan Dua. Selain pengetahuan, Taruna juga dilatih memupuk rasa kebersamaan melalui kejuaraan seperti perlombaan olah raga antar kompi serta kemampuan berorganisasi dalam bentuk kelompok komando. Studi yang dilaksanakan selama 18 bulan tersebut, selain mempelajari tentang pengetahuan pendidikan keperwiraan, Taruna juga dapat mengetahui kultur dan budaya Australia secara langsung serta memanfaatkan momen kebersamaan antar kadet angkatan guna mempererat hubungan kerjasama kedepannya.
Implementasi dari Visi mewujudkan hasil didik Perwira lulusan Akademi Militer yang profesional dibidang Teknik Sipil Pertahanan dan memiliki kompetensi, mampu mengembangkan diri dalam perkembangan ilmu dan teknologi di bidang Teknik Sipil maupun Teknik Kemiliteran, Dosen Prodi Teknik SIpil Pertahanan mengikuti kegiatan Training of Trainer (ToT) dalam rangka meningkatkan kemampuan IT Gadik dan mutu pembelajaran di Akademi Militer. Dukungan Printer 3D oleh Angkatan Darat, merupakan salah satu wujud dari komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Lembaga Pendidikan Akademi Militer khususnya kualitas hasil didik bagi Taruna Prodi Teknik Sipil Pertahanan.
Aplikator berpengalaman dibidangnya didatangkan guna memberikan beberapa materi terkait fungsional printer 3D guna mendukung pembelajaran dari mata kuliah Prodi Teknik Sipil Pertahanan yang memanfaatkan aplikasi 3D print sebagai produk akhir penugasan. Aplikasi dengan menerapkan secara langsung di kelas Laboratorium Komputer Taruna Prodi Teknik Sipil Pertahanan Akmil, Dosen diarahkan mempraktikkan proses penginstallan, penyiapan alat dan bahan, pengoperasionalan, hingga pencetakan dengan variasi skala berbeda berdasarkan rancangan 3D Objek yang dibuat.
Kaprodi Teknik Sipil Pertahanan melaksanakan assessment langsung selama proses kegiatan, dan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap aplikator yang telah mengaplikasikan secara rinci, serta antusiasme Dosen mengikuti setiap tahapan sehingga mampu melaksanakan pemodelan dan pencetakan sesuai kategori produk yang diinginkan. Beliau menambahkan agar penggunaan alat 3D Print harus dirancang dengan baik sejak perencanaan hingga pengakhiran agar sesuai dengan rencana gelaran mata kuliah dan kebutuhan penugasan di satuan. Hasil kegiatan diharapkan mampu diaplikasikan dengan baik oleh tiap Dosen dalam memperlancar Capaian Pembelajaran Lulusan dari mata kuliah terkait, mengingat tuntutan peningkatan mutu hasil didik terhadap modernisasi Ilpengtek dan sasaran kebutuhan penugasan di satuan Zeni Angkatan Darat yang penuh dinamika dan harus dihadapi.
Koordinator Dosen Akademi Militer menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Tenaga Pendidik (Gadik) TA 2025 yang dihadiri oleh para peserta Gadik Akmil meliputi Dosen, Guru Militer dan Pelatih. Pelaksanaan Pembekalan Gadik kali ini berupaya meningkatkan mutu pendidikan di Akmil melalui layanan smart campus, metode pembelajaran yang paling baik dan efektif hingga kompetensi dan kemampuan IT Gadik.
Selama kurun waktu 5 hari, sejumlah materi pembekalan unggulan disampaikan secara online oleh tenaga pengajar dari Pusdik Pengmilum Bandung, serta beberapa materi penunjang lainnya secara tatap muka (offline) oleh tenaga pengajar yang berkompeten sehingga seluruh peserta Gadik yang berjumlah 195 orang dapat lebih aktif dan aplikatif dalam menerima seluruh materi yang disajikan.
Kajian melalui referensi-referensi terkini terkait sistem pembelajaran di Angkatan Darat disajikan oleh tenaga pengajar Pusdik Pengmilum sehingga para peserta Gadik dapat berinteraksi dan berdiskusi langsung secara online di gedung Leo Kailola Akmil khususnya implementasi pembelajaran terbaik kepada para Taruna Akmil. Selanjutnya para peserta Gadik melaksanakan materi aplikatif guna meningkatkan kompetensi dan metode pembelajaran di beberapa kelas smart campus dengan didampingi oleh tenaga IT berpengalaman dari luar Akmil.
Tingginya tuntutan mutu pendidikan yang harus diimplementasikan, tidak menyurutkan minat dan semangat peserta Gadik, bahkan lebih termotifasi dan mendorong kinerja para Gadik dalam menyikapi hal tersebut. Pada rangkaian materi yang disajikan, Kakordos Akmil Brigjen TNI Fierman Sjafirial Agustus turut memberikan materi tentang kompetensi Gadik yang diharapkan secara personal maupun dalam mewujudkan hasil didik yang militan, memiliki kemampuan memenangkan pertempuran serta memiliki pemikiran ilmiah dalam menghadapi tantangan penugasan satuan yang makin komplek kedepannya. Selain pre-test dan post-test, kegiatan pembekalan juga menerapkan psikotes bagi Gadik guna mengetahui potensi dan upaya-upaya terhadap pemenuhan kebutuhan standar kompetensi Gadik yang ditetapkan dalam mewujudkan keberhasilan Center of Excellence di Akademi Militer.