Dosen Program Studi Teknik Sipil Pertahanan Akademi Militer melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat pada 15 s.d. 17 November 2025 di Desa Tegal Arum, Kecamatan Borobudur, dengan fokus pada konstruksi bangunan. Kegiatan ini berupa penyuluhan dan pendampingan teknis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pembangunan dan perawatan bangunan yang aman, kuat, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terwujud peningkatan kualitas konstruksi bangunan desa serta penguatan peran Akademi Militer dalam mendukung pembangunan masyarakat.
Gadik/Pelatih Prodi Tehnik Sipil Pertahanan mengikuti kegiatan Sertifikasi dan Penataran Gadik/Pelatih yang diselenggarakan Akademi Militer di Gd. Leo Kailola pada tanggal 14 s.d 21 April 2025. Kegiatan ini sebagai upaya strategis meningkatkan mutu akademik dan kualitas pembinaan Taruna. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi pedagogik, profesionalisme, serta integritas para Gadik/Pelatih agar mampu menerapkan metode pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan berstandar nasional maupun internasional.
Melalui sertifikasi dan penataran ini, untuk memastikan proses pendidikan berjalan efektif, relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan tantangan global. Diharapkan, peningkatan kapasitas Gadik/Pelatih berdampak langsung pada kualitas Taruna sebagai calon perwira TNI AD yang berkarakter, berintegritas tinggi, dan memiliki daya saing unggul.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Akademi Militer dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang profesional, berwawasan kebangsaan, serta mampu berkiprah di tingkat nasional dan internasional.
Sosialisasi Penyusunan Proposal Tugas Akhir Program Studi Teknik Sipil Pertahanan diselenggarakan untuk memberikan pemahaman dasar kepada Taruna/taruni mengenai langkah-langkah dan standar akademik dalam penyusunan proposal penelitian. Kegiatan ini bertujuan membantu Taruna/taruni memahami struktur proposal yang benar, mulai dari penyusunan latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, hingga penentuan metode yang sesuai dengan karakteristik studi konstruksi pertahanan.
Dalam sosialisasi ini, Taruna/taruni diberi arahan mengenai pentingnya memilih topik penelitian yang relevan dengan kebutuhan pembangunan dan pengembangan infrastruktur pertahanan. Penekanan juga diberikan pada penggunaan referensi ilmiah yang kredibel sebagai dasar analisis dan penyusunan kerangka teori. Melalui sesi diskusi dan tanya jawab, Taruna/taruni memiliki kesempatan untuk mengkonsultasikan gagasan awal penelitian sehingga memperoleh gambaran lebih jelas tentang kelayakan dan arah proposal yang akan disusun. Kegiatan ini diharapkan membantu Taruna/taruni lebih siap menghasilkan proposal Tugas Akhir yang berkualitas, terarah, dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu teknik sipil pertahanan.
Program Studi Teknik Sipil Pertahanan Akmil telah melaksanakan kegiatan Seminar Proposal Tugas Akhir pada hari Sabtu, tanggal 11, 18 dan 25 Oktober 2025 bertempat di Pusat Pendidikan Zeni Angkatan Darat, Pusat Pendidikan Kavaleri Angkatan Darat dan Pusat Persenjataan Infanteri. Kegiatan ini diikuti oleh 38 lulusan Taruna Akmil yang sedang menempuh tahap penyusunan Tugas Akhir sebagai salah satu syarat akademik untuk menyelesaikan studi Sarjana Terapan Pertahanan.
Seminar proposal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada lulusan Taruna Akmil mempresentasikan rancangan penelitian yang akan dilakukan, sekaligus mendapatkan masukan dan saran dari dosen pembimbing serta dosen penguji. Melalui kegiatan ini, diharapkan lulusan Taruna Akmil mampu memperkuat metodologi penelitian dan memperjelas arah penelitian sesuai dengan bidang keilmuan di program studi.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan interaktif. Para lulusan Taruna Akmil menampilkan ide penelitian yang beragam dan relevan dengan perkembangan ilmu serta kebutuhan masyarakat. Tim dosen memberikan tanggapan konstruktif untuk membantu lulusan Taruna Akmil menyempurnakan proposal penelitian mereka.
Dengan terselenggaranya seminar proposal ini, Program Studi Teknik Sipil Pertahanan Akmil berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas proses akademik dan membina budaya penelitian di kalangan Taruna Akmil.
Prodi Teknik Sipil Pertahanan Akademi Militer menggelar seminar secara hybrid dan dihadiri oleh para peserta baik offline maupun online live streaming di seluruh Indonesia, dengan tema “Diskursus Teknik Sipil Pertahanan dalam Smart Defense Building“. Pelaksanaan seminar kali ini mendatangkan Narasumber dan Moderator yang berkompeten dibidangnya dalam upaya memperkaya wawasan serta keilmuan di Akmil khususnya bagi Prodi Teknik Sipil Pertahanan.
Selaku Narasumber adalah Mayor Jenderal TNI Dr. Nugraha Gumilar, M.Sc. (Dosen Tetap UNHAN RI) berdampingan dengan Kaprodi Teknik Sipil Pertahanan Akmil Kolonel Arm Yuwono, S.Sos., M.M., M.Han., M.I.P. dan Moderator oleh Andari Giswara, S.E.I., M.Han. (Staff dan Dosen UNHAN RI). Bertempat di Gedung Moch. Lily Rochli Akmil, para peserta dari berbagai kalangan yang meliputi Dosen, Taruna, dan Mahasiswa serta insan ilmiah teknik sipil dari berbagai pulau di tanah air, disuguhkan makalah sesuai fenomena terkini dengan judul “Peran Teknik Sipil dalam Mengimplementasikan Smart Defense Building Guna Menghadapi Tantangan Kebencanaan di Indonesia”.
Gubernur Akmil Mayor Jenderal TNI Arnold A. P. Ritiauw membuka acara seminar, mendorong para generasi muda tentang pentingnya peran teknik sipil dalam memanfaatkan tingginya inovasi teknologi infrastruktur saat ini dihadapkan kesiapsiagaan dan upaya penanganan kebencanaan agar terselenggara lebih optimal.
Menariknya materi yang disajikan oleh Narasumber mendorong minat para peserta dalam mengajukan beberapa pertanyaan. Tingginya respon peserta serta meriahnya suasana seminar yang dipandu oleh Moderator, menunjukkan semangat yang luar biasa dalam proses transfer pengetahuan dan pengalaman sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Seminar diakhiri dengan penyerahan cinderamata bagi Narasumber dan Moderator serta penyerahan sertifikat bagi para peserta oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Akmil. Hasil dari seminar diharapkan dapat memperkaya wawasan keilmuan serta menjadi referensi pengetahuan dan pengaplikasian di lapangan dalam mendukung ketahanan nasional menuju Indonesia emas 2045.