Pada tanggal 20 Mei 2026, Program Studi Teknik Sipil Pertahanan Akademi Militer menyelenggarakan seminar akademik bertema “Strategi Pembangunan Dual-Use Building Berbasis Teknologi Informasi dalam Mendukung Infrastruktur Pertahanan Berkelanjutan.” Pada pelaksanaan seminar kali ini, Akmil menghadirkan narasumber dan moderator yang kompeten di bidangnya guna memperkaya wawasan serta meningkatkan pengembangan keilmuan, khususnya bagi Program Studi Teknik Sipil Pertahanan. Bertempat di Gedung Moch. Lily Rochly Akmil, kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusiasme dan dihadiri oleh Dosen, Taruna, Civitas akademika Akademi Militer, serta peserta dari mahasiswa.
Seminar dibuka secara resmi oleh Gubernur Akademi Militer Mayjen Rano Tilaar yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya meneladani pemikiran dan karya para tokoh bangsa di bidang teknik sipil dan pembangunan nasional, seperti Ir. Soekarno, Prof. Dr. Ir. Sutami, dan Ir. Soedarsono. Ketiga tokoh tersebut dinilai memiliki kontribusi besar dalam pembangunan infrastruktur nasional yang berorientasi pada kemandirian bangsa dan ketahanan negara.

Melalui seminar ini, peserta diajak memahami pentingnya pengembangan konsep dual-use building, yaitu infrastruktur yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan sipil maupun pertahanan secara terpadu. Pendekatan berbasis teknologi informasi dinilai menjadi salah satu strategi utama dalam mewujudkan sistem infrastruktur pertahanan yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan di era modern.
Hadir sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Techin. Ir. Danang Parikesit, M.Sc., IPU., ASEAN.Eng menyampaikan berbagai pandangan strategis terkait pemanfaatan teknologi informasi dalam pembangunan infrastruktur pertahanan masa depan. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya integrasi teknologi, manajemen risiko infrastruktur, serta konsep keberlanjutan dalam mendukung kesiapan pertahanan nasional.
Kegiatan seminar ini diharapkan mampu meningkatkan wawasan akademik dan profesionalisme Taruna maupun Civitas Akademika. Materi yang disampaikan oleh narasumber secara menarik, mampu meningkatkan antusiasme peserta untuk mengajukan berbagai pertanyaan. Tingginya partisipasi peserta serta suasana seminar yang berlangsung interaktif di bawah arahan moderator menunjukkan semangat yang tinggi dalam proses transfer pengetahuan dan pengalaman sesuai dengan tujuan kegiatan yang telah ditetapkan. Seminar kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada narasumber dan moderator, serta pemberian sertifikat kepada peserta oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Akmil.