Taruna kecabangan Zeni selaku calon Perwira Corps Zeni AD perlu memiliki kemampuan dalam bidang Gambar Teknik agar dapat menuangkan sebuah rencana konstruksi kedalam suatu bidang gambar 2D dan 3D. Untuk membekali kemampuan tersebut, Prodi Teknik Sipil Pertahanan Kordos Akmil menyelenggarakan praktik Dasar Menggambar Teknik guna mengasah kemampuan teori yang diterima di dalam kelas melalui serangkaian materi aplikasi Gambar Teknik baik 2D dan 3D.
Letkol Czi Agung Prapsetyo, S.T., M.Sc. selaku Katim dosen pengampu materi memberikan materi teori dan praktik kepada sejumlah 44 orang Taruna Tk. II/Sertar Prodi Teknik Sipil Pertahanan kecabangan Zeni. Memanfaatkan perkembangan aplikasi Gambar Teknik 2D dan 3D, gambar 2D manual juga perlu diterapkan sebagai dasar kemampuan para Taruna untuk melatih feeling dalam menuangkan tulisan, symbol dan gambar. AutoCad 2D dan 3D Sketchup disajikan lebih lanjut untuk memperkaya penguasaan skill Taruna.
Materi rencana/desain bangunan militer menjadi sasaran utama dalam pemerolehan produk praktik. Hal ini diterapkan agar para Taruna memiliki pedoman/tuntunan yang baku dalam penyelenggaraan serupa di satuan penugasan. Walaupun basic skill yang berbeda, para Taruna secara optimal mampu menyajikan rencana Zeni yang dibuatnya ke dalam gambar dan mampu menyelesaikan seluruh materi praktik yang disajikan dengan baik. Para Dosen yang berpengalaman mengawasi dan menuntun jalannya praktik sehingga hambatan dalam pemrosesan produk dapat teratasi dengan maksimal.
Adanya fasilitas Laboratorium Gambar Teknik baik meja gambar maupun laboratorium komputer guna menunjang pelaksanaan praktik sangat mendukung dalam peroses belajar mengajar mata kuliah Dasar Menggambar Teknik, sehingga capaian pembelajaran dapat sepenuhnya tercapai.
Tuntutan penyelesaian tugas sebagai calon Danton di lapangan yang efektif dan efisien dengan waktu penugasan tersedia yang cukup pendek, pelaksanaannya perlu diimbangi dengan kemampuan para Taruna sehingga pekerjaan tidak terhambat dan Komandan Satuan dapat segera mengambil keputusan lebih lanjut guna pengembangan rencana pekerjaan berikutnya.
Kaprodi Teknik Sipil Pertahanan turut memberikan support kepada para Taruna agar lebih meningkatkan potensi skill teknik menggambar walaupun para Taruna memiliki basic yang berbeda namun dapat diselesaikan sesuai dengan teknik yang paling mungkin dikuasai oleh masing-masing individu, serta yang tidak kalah pentingnya adalah kebanggaan tersendiri terhadap hasil rancangan/desain yang dibuat.
Dalam rangka membekali kemampuan para Taruna tingkat III/Sermadatar program studi Teknik Sipil Pertahanan di bidang konstruksi, maka sesuai dengan RPS yang telah disusun dilaksanakan kegiatan pembelajaran konstruksi yang meliputi materi teori dan praktik. Materi tentang konstruksi disampaikan di dalam kelas sebagai pengantar untuk melaksanakan materi praktik. Teori-teori yang telah disampaikan di kelas, selanjutnya diaplikasikan oleh para taruna di lapangan. Adapun materi praktik konstruksi yang dilaksanakan meliputi konstruksi bangunan, konstruksi jalan dan konstruksi jembatan
Kegiatan praktik konstruksi bangunan yang dilaksanakan kali ini adalah perancangan dan pemasangan atap sebagai struktur bagian atas suatu bangunan. Dari praktik yang dilaksanakan, para taruna diharapkan mampu mempraktikan pabrikasi rangka atap yang meliputi penyiapan alat, pengukuran tiap bagian, pemotongan dan perangkaian. selain itu, pada praktik konstruksi bangunan, para taruna juga melaksanakan pemasangan rangka atap dengan kegiatan yang meliputi perambuan, pemasangan rangka atap dan penutup atap.
Materi kuliah konstruksi dengan bahan kajian konstruksi bangunan, memiliki salahsatu capaian pembelajaran agar Taruna mampu mengaplikasikan kepelatihan dasar dan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi pada bidangnya dalam penyelesaian masalah serta mampu beradaptasi terhadap situasi yang dihadapi terutama pada saat para Taruna akan bertugas sebagai Komandan Peleton di Batalyon atau Detasemen.
Dinamika penugasan yang makin meningkat mengimbangi tuntutan strategi pertahanan wilayah NKRI, menuntut para prajurit TNI AD untuk selalu siap sedia mengemban tugas dimanapun dan kapanpun. Selaku prajurit dan calon Danton Satuan, para Taruna Prodi Teknik Sipil Pertahanan diharapkan mampu mengemban tugas tersebut khususnya dalam pelaksanaan pembangunan maupun rehabilitasi suatu konstruksi. Selain pada kondisi konstruksi darurat, bersama anggota peletonnya tentunya secara terbatas dapat melaksanakan kemampuan konstruksi yang bersifat permanen untuk kepentingan tugas Angkatan Darat yang dibebankan kepada Satuannya.
Salah satu kemampuan yang dibekali yakni Mekanika Teknik, agar konstruksi militer yang dibuat pada satuan terkecilnya mampu bekerja maksimal. Hal utama yang perlu disikapi adalah kesediaan waktu yang pendek (darurat) maupun jangka waktu yang disediakan dalam menyelesaikan pekerjaan. Oleh karena itu, dalam aplikasi perlu ditekankan tentang pentingnya berimprovisasi dari penggunaan material sekitar penugasan hingga material yang disyaratkan oleh komando atas sehingga masih memenuhi standarisasi teknis yang ada.
Berdasarkan teori ilmiah yang diterima di dalam kelas, selanjutnya para Taruna mengaplikasikannya melalui beberapa pengujian di Laboratorium Struktur, dan diharapkan hasilnya dapat sebagai acuan untuk diterapkan di lapangan. Pada praktik kali ini, para Taruna yang dibimbing langsung oleh Dosen dan para Laboran Prodi Teknik Sipil Pertahanan Kordos, menggunakan peralatan pengujian untuk menguji beberapa sample uji dan selanjutnya di kalkulasi untuk diterapkan pada kasus tertentu sesuai dengan kondisi di medan penugasan, Sebelum pengujian para Taruna dibekali teori praktis agar seluruh tahapan aplikasi sesuai dengan prosedur yang distandarkan.
Pengujian yang dilaksanakan oleh 34 orang Taruna Tk II/Sertar Prodi Teknik Sipil Pertahanan diharapkan mampu menerapkannya dalam mendukung konstruksi darurat tempur maupun non tempur baik dari segi desain hingga pembebanan. Kapten Czi M. Al Faroqi, S.T., M.T. selaku Dosen pengajar dari Akmil, mengarahkan dan membimbing jalannya praktik sesuai prosedur yang ditetap kan, sehingga hasil yang dicapai dapat memenuhi tujuan kurikuler.
Semangat yang tinggi ditunjukkan para Taruna dalam melaksanakan praktik, dan diharapkan mampu diaplikasikan di medan penugasan dalam memimpin pekerjaan dengan para anggota satuannya serta dalam memberikan kontribusi nyata bersama masyarakat dimanapun bertugas.
TNI AD menuntut perlunya peningkatan skill prajurit guna menyelesaikan secara tuntas tugas yang diembannya menyikapi dinamika penugasan yang terus berkembang. Rehabilitasi hingga pembangunan infrastruktur yang baru, para Taruna sebagai Danton di Satuan nantinya perlu membekali diri agar siap dalam bertugas baik di dalam negeri maupun di luar negeri dengan geografi lokasi yang sangat bervariasi.
Oleh karenanya, pada pelaksanaan survey untuk keperluan penghimpunan data yang matang, para Taruna dibekali aplikasi pelajaran Ilmu Ukur Tanah sebagai pendukung perencanaan konstruksi bagi Satuannya maupun Komando Atas.
Mayor Ctp Aditiawan WSP, S.T., M.M. selaku Dosen Ilmu Ukur Tanah pada praktik Ilmu Ukur Tanah ini memberikan materi pada sejumlah 34 orang Taruna Tk. II/Sertar Prodi Teknik Sipil Pertahanan. Berbekal teori yang diterima, para Taruna melaksanakan pengukuran arah memanjang dan melintang menggunakan alat ukur optis Waterpass dan Theodolite pada area aplikasi agar tujuan praktik dapat dicapai dengan metode bertahap bertingkat dan berlanjut. Baik polygon terbuka maupun tertutup, mereka lakukan sesuai dengan arahan dari para Dosen pengajar. Adanya pengalaman penugasan yang pernah dilakukan oleh Dosen pengajar di lapangan memberikan kemudahan dalam mentransfer ilmu kepada para Taruna khususnya dalam pengambilan data survey.
Pembangunan infrastruktur ke daerah pelosok dalam mendukung tugas pertahanan kewilayahan sehingga akses-akses dapat terjangkau secara luas menjadi tantangan para Taruna corp Zeni kedepannya. Berdampingan dengan maraknya teknologi pemetaan yang berkembang saat ini, perlu diimbangi pula oleh Taruna Prodi Teknik Sipil Pertahanan bersama anggota di Satuannya dalam mengoperasionalkan alat surveying di lapangan agar tiap kendala di lapangan yang tidak dapat dijangkau secara digital mampu teratasi secara cepat demi tercapainya tugas pokok Satuan dalam mendukung upaya pemerataan pertahanan diseluruh wilayah NKRI.
Prodi Teknik Sipil Pertahanan Kordos senantinya memberikan yang terbaik kepada para Serdik dalam mendukung lulusan Taruna Akmil sebagai Letnan Dua dan Danton penugasan agar mampu mengemban tugas khususnya dalam bidang Konstruksi sebagai salah satu kemampuan Zeni yang harus dimiliki seorang Prajurit Corps Zeni AD. Mereka juga diharapkan mampu bertugas pada kondisi darurat maupun dipersiapkan, untuk kepentingan tugas Angkatan Darat yang dibebankan kepada Satuannya.
Guna menjawab tugas-tugas tersebut, Prodi Teknik Sipil Pertahanan membekali para Taruna dengan kemampuan Mekanika Tanah, agar konstruksi militer yang dibuat Satuannya dapat menopang struktur secara optimal. Hal ini untuk menyikapi tugas pokok yang diberikan kepada Angkatan Darat dalam pada OMP dan OMSP.
Berlokasi di sekitar pembangunan struktur bangunan Paviliun 2 lantai Akmil, sejumlah 34 orang Taruna Tk II/Sertar Prodi Teknik Sipil Pertahanan melaksanakan praktik Mekanika Tanah dengan materi uji sondir guna mempelajari karakteristik tanah yang ada. Sample tanah yang diambil selanjutnya dilakukan pengujian di Laboratorium Mekanika Tanah Kandou Akmil untuk mengetahui karakteristik tanah di lokasi tersebut. Hasil pengujian selanjutnya selanjutnya dibuktikan terhadap daya dukung tanahnya sehingga dapat terlihat kemampuannya dalam menopang struktur bangunan paviliun tersebut.
Kaprodi Teknik Sipil Pertahanan yakni Kolonel Czi Ir. Agus Supriyono, M.T. turut memberikan pembekalan material kepada para Taruna tentang betapa pentingnya peran seorang Perwira Corps Zeni AD dalam memahami pelajaran Mekanika Tanah tersebut karena sebagai dasar dari mayoritas pekerjaan konstruksi yang akan mereka jalani nantinya. Kapten Czi Rahmat Adi Anggoro, S.T. selaku dosen, membimbing jalannya praktik dan dengan penuh semangat para Taruna dapat memahami tujuan dari materi yang disajikan untuk diterapkan di Satuan mereka kedepannya.